Hilma Wardatun Nisa_20191101027_UAS Kewirausahaan 2_Business Plan

 

Business Plan

 UTS Kewirausahaan 2

 

NAMA : Hilma Wardatun Nisa

NIM : 20191101027

 

UNIVERSITAS ESA UNGGUL

2020

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bisnis di Indonesia sudah sangat banyak, dari perusahaan mikro sampai perusahaan besar sehingga persaingan bisnis semakin kompleks. Persaingan dalam menjual produk maupun jasa semakin banyak, sehingga banyak para pengusaha menawarkan produk maupun jasanya dengan berbagai macam cara agar konsumen tertarik untuk membeli produk atau jasa yang dijual. Banyak pengusaha yang bersebelahan dengan menjual barang yang sama sehingga persaingan pun semakin berat.

Semakin banyak pesaing, maka semakin banyak cara untuk menarik konsumen agar tertarik membeli produk atau jasa yang dijual. Akan tetapi tidak semua cara dapat berjalanan dengan lancar sehingga mengakibatkan kerugian bagi perusahaan. Banyak perusahaan yang baru berjalan tetapi tidak lama kemudian perusahaan tersebut gulung tikar atau bangkrut. Banyak pelaku bisnis yang hanya menginginkan keuntungan yang besar tanpa membuat planning yang tepat dan memikirkan resikoresiko yang mungkin dapat terjadi. Dalam mengantisipasi sesuatu yang tidak diinginkan terjadi pada usaha yang dirintis, maka langkah-langkah yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah membuat perencanaan bisnis sehingga para calon pengusaha dapat mengurangi resiko yang mungkin dapat terjadi pada usaha yang akan dibangun.

Perencanaan bisnis (Business plan) menurut Hisrich,Peter, 1995 (Alma, 2004) merupakan dokumen tertulis yang disiapkan oleh wirausaha yang menggambarkan semua unsur-unsur yang relevan baik internal, maupun eksternal mengenai perusahaan untuk memulai sewaktu usaha. Business plan merupakan alat yang sangat penting bagi pengusaha untuk mengambil keputusan dan kebijakan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan yang dituangkan dalam suatu dokumen perencanaan.

Tujuan perencanaan bisnis adalah agar kegiatan bisnis yang akan dilaksanakan maupun yang sedang berjalan tetap berada di jalur yang benar sesuai dengan kenyataan yang telah direncanakan. Perencanaan bisnis juga merupakan pedoman untuk mempertajam rencana-rencana yang diharapkan, dan cara mencapai sasaran yang ingin dicapai.

Perencanaan bisnis yang baik memuat tahapan-tahapan yang harus dilakukan untuk memaksimalkan peluang keberhasilan. Perencanaan bisnis dapat juga dipakai sebagai alat untuk mencari dana seperti lembaga keuangan. Bantuan dana yang diperlukan tersebut dapat berupa bantuan dana jangka pendek untuk modal kerja maupun jangka panjang untuk perluasan usaha. Dalam mendirikan suatu usaha, seorang usahawan harus mempunyai trik khusus agar produk atau jasa yang dijualnya laku dipasaran. Oleh sebab itu seorang wirausaha harus memperhatikan selera atau keinginan masyarakat atau konsumen.

Di Indonesia khususnya di kota-kota besar bisnis kuliner makanan sudah sangat populer dan sangat diminati oleh masyarakat. Oleh karena itu penulis terinspirasi dalam membuka usaha bisnis kuliner makanan khas jawa tengah tepat nya di klaten  dengan cara franchise yaitu Nasi Uduk Klaten. Nasi Uduk sebenar nya masakan yang berasal dari betawi akan tetapi penjual adalah orang asli jawa tengah yaitu klaten maka dari itu nasi udak nya di buat menjadi masakan orang klaten. Nah itu pun menjadi nama asal muasal nasi uduk klaten. Nasi uduk klaten memiliki banyak sekali peminat. Dikarenakan bukan hanya nasi uduk saja yang di jual akan tetapi banyak jenis lauk dan pauk nya juga. Seperti nasi kuning, nasi gudeg, nasi goreng dan nasi liwet solo. Sehingga membuat pembeli tidak bingung untuk memilih sarapan. Nasi uduk klaten ini buka mulai dari 2007 dan sangat mendapatkan respon positif dari pelanggan. Bisnis ini merupakan bisnis yang dilakukan dengan franchise yang hanya ada di kabupaten tangerang dengan menjual beraneka ragam macam lauk pauk yang memiliki cipta rasa yang nikmat. Sehingga penulis membuat judul penelitian, “Analisis Kelayakan Bisnis Nasi Uduk Klaten di Kabupaten Tangerang”

 

1.2 Problem

            Problematika atau masalah adalah sesuatu yang dibutuhkan penyelesaian karena terdapat ketidaksesuaian antara teori yang ada dengan kenyataan yang terjadi. Permasalahan dapat terjadi dalam lingkup apapun, di manapun dan kapanpun serta oleh siapapun. Terutama dalam bidang kuliner. Sekarang banyak sekali kuliner makanan-makanan yang berada di kabupaten tangerang. Apalagi di tambah angka pengangguran yang semakin naik setiap hari nya yang menyebabkan turunnya angka pembeli.  Maka dari itu  problem yang di rasakan oleh penjual Nasi Uduk klaten yaitu Banyak nya angka pengangguran, sehingga menyebabkan turun nya angka pembeli. Dan banyak sekali orang yang berjualan. Salah satunya usaha kuliner atau makanan apapun.

 

1.3 Solution

Solution adalah jalan keluar atau jawaban dari suatu masalah. (Munif Chatib : 2011) Solusi adalah cara atau jalan yang digunakan untuk memecahkan atau menyelesaikan masalah tanpa adanya tekanan. Maksud adanya tekanan adalah adanya objektivitas dalam menentukan solusi dimana orang yang mencari solusi tidak memaksakan pendapat pribadinya dan berpedoman pada kaidah atau aturan yang ada. Jika tidak demikian maka solusi yang didapat akan sangat subjektif sehingga dikhawatirkan bukan merupakan solusi terbaik. Untuk mendapatkan solusi atas suatu permasalahan ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Pertama kita perlu mengenali apa sebenarnya masalah yang terjadi. Kemudian kita cari fakta atau bukti mengenai permasalahan tersebut. Setelah itu kita telaah apa yang melatarbelakangi munculnya masalah tersebut. Setelah jelas masalah beserta latar belakangnya 2 barulah kita dapat mempertimbangkan berbagai kemungkinan solusi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut. Maka dari itu solution yang di pecahkan oleh penjual nasi uduk ini yaitu menyediakan berbagai macam jenis lauk pauk yang jarang ada di pedagang lain nya, membuka usaha sampingan catering di rumah jika ada yang ingin pesan, membuka pesanan melalui aplikasi online seperti shopee food, gofood dan grabfood. Dan di share juga lauk pauk nya melalui media sosial seperti WhatsApp, Instragram dan Facebook.

 

1.4 Opportunity

            . Peluang bisnis adalah kesempatan baik untuk pelaku bisnis untuk manfaatkan dalam membangun bisnis nya. Di zaman yang semakin modern ini, sudah tersedia berbagai macam peluang usaha, mulai dari makanan, pakaian hingga digital. Opportunity pada usaha nasi uduk klaten ini yaitu memanfaatkan media sosial dan aplikasi online untuk mempermudah pembeli untuk pemesanan nasi uduk klaten yang tidak harus antri.

 


BAB II

ANALISIS INTERNAL & EKSTERNAL

2.1 VRIO

Valuable

Valuable atau nilai pada penjualan nasi uduk klaten ini yaitu harga yang di tawarkan sangatlah terjangkau baik untuk harga anak-anak hingga untuk orang tua. Dan tentunya rasa masakan nya pun nikmat dapat di nikmati dengan lahap.

Rere

Rere atau disebut dalam analisi vrio ini langka. Pada penjualan nasi uduk klaten ini menurut saya memang langka. Mengapa? Di karenakan makasakan khas betawi yang di masak langsung oleh orang jawa asli. Dan tentunya menciptakan rasa yang unik.

Imitable

imitability / costly to imitate (mahal untuk ditiru) pada penjualan nasi uduk klaten sudah buka cukup lama yaitu mulai dari 2007 yang tentunya sudah memiliki banyak pelanggan di bandingkan yang baru membuka usaha kuliner makanan. Dan ini juga sangat mahal untuk ditiru karena ada bahan-bahan menu dan bumbu yang memang langsung di kirim dari jawa. Dan banyak pedangan nasi uduk di luaran sana memasak nasi uduk nya tidak pake santan kelapa hanya pake salam, sereh dan minyak bawang saja.  Akan tetapi di nasi uduk klaten ini memakai bumbu-bumbu dapur yang lengkap dan menggunakan santan kelapa agar lebih gurih.

 

Organized

organization atau dimanfaatkan oleh organisasi pada penjualan nasi uduk klaten ini organized dalam  mengatur sistem manajemen nya sangat teratur dan bisa menghendel nya. mulai dari awal adanya modal, menyewa tempat usaha, menyiapkan bahan-bahan makanan mengelolan penghasilan

 

2.2 SWOT

Analisis SWOT adalah teknik analisis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities) dan ancaman (threats). Berikut merupakan analis SWOT dalam usaha Nasi Uduk Klaten:

1.      Kekuatan (S)

a.       Harga terjangkau dikalangan masyarakat

b.      Makanan tradisional indonesia yang sehat, dan memiliki cipta rasa yang unik.

c.       Kualitas bahan-bahan yang terjamin bagus dan enak.

d.      Konsisten dengan citra rasa produk dan pelayanan

2.      Kelemahan (W)

a.       Tempat usaha yang belum punya sendiri, dalam arti lahan usaha nya masih punya orang lain.

a.       Tempat parkir yang kurang luas

3.      Peluang (O)

a.       Membangun hubungan baik dengan pelanggan

b.      Lokasi strategis

4.      Ancaman (T)

a.       Harga bahan baku tidak stabil

b.      Tingkat pesaing makanan semakin tinggi

 

2.3 Analysis PEST ( Political, Economic, Social, Technological )

Para pelaku bisnis harus dapat memahami mengenai faktor-faktor lingkungan eksternal untuk dapat mempertahankan bisnis dan mampu menyusun strategi-strategi yang baik agar bisnis dapat beroperasi dengan baik dan menghasilkan keuntungan yang besar. Berikut ini merupakan analisis PEST:

Political

Economic

·         Kontrol perdagangan

·         Tarif

·         Kekayaan Intelektual

·         Peraturan persaingan

·         Hak Cipta, Paten / Hukum kekayaan intelektual

·         Perlindungan konsumen dan e-commerce

·         Hukum ketenagakerjaan

·         Hukum kesehatan dan keselamatan

·         Hukum perlindungan data

·         Hukum mengatur polusi lingkungan

 

·         Tingkat inflasi

·         Biaya tenaga kerja

·         Tahap siklus bisnis

·         Aliran dan pola perdagangan

·         Tingkat pendapatan disposable konsumen

·         Kebijakan moneter

·         Kebijakan fiskal

·         Fluktuasi harga

·         Tren pasar saham

·         Cuaca

·         Perubahan iklim

 

Social

Technological

·         Sikap terhadap kualitas produk dan layanan pelanggan

·         Kebiasaan membeli

·         Sikap terhadap produk “hijau” atau ekologis

·         Sikap terhadap dan mendukung energi terbarukan

·         Rata-rata tingkat pendapatan disposable

·         Minoritas

 

·         Tingkat infrastruktur dasar

·         Tingkat perubahan teknologi

·         Menghabiskan penelitian dan pengembangan Insentif teknologi

·         Tingkat teknologi di industri

·         Infrastruktur komunikasi

·         Akses ke teknologi terbaru

·         Infrastruktur dan penetrasi internet

 

 

 

BAB III

ANALISIS KONSUMEN

3.1     STP

STP atau Segmentation Targeting Positioning adalah salah satu pendekatan atau model yang digunakan untuk mengembangkan pesan dan strategi pemasaran yang sesuai pada segmentasi target audiens tertentu. Model pemasaran ini dikenal sebagai salah satu yang paling efektif dan populer digunakan hingga saat ini.

·         Segmentasi

Proses dimana kita membagi sebuah pasar menjadi segmen (kelompok) berdasarkan suatu variabel/karakteristik. Pengelompokan ini adalah dasar kita memilih semgen yang akan jadi prioritas kita. Segmentasi dalam usaha Nasi Uduk Klaten, yaitu:

Produk penjualan nasi uduk klaten atau catering ini perlu memikirkan lokasi berjualan yang tepat. Lokasi tempat tinggal di perkotaan yang banyak di cari orang untuk sarapan pagi ataupun untuk makan siang. Seperti sekitar kantor kecamatan, sekolah, pinggir jalan raya serta tempat umum lainnya yang menjadi tempat lalu-lalang orang jalan.

·         Targeting

Dengan adanya segmen dari macam macam karakteristik + pertanyaan sebelumnya, kita bisa memilih segmen mana yang akan menjadi prioritas kita. Sekarang kita tentukan terlebih dahulu segmen dari masing masing karakteristik mana yang akan menjadi prioritas. Dari hasi analisis berdasarkan pertanyaan sebelumnya maka kita bisa menentukan seperti ini :

Terget penjualan nasi uduk klaten atau catering ini adalah makan yang dapat diminati dan di nikmati  oleh semua kalangan mulai dari anak kecil, orang dewasa maupun orang tua. Karena makanan nasi atau lauk pauk yang di sediakan beraneka ragam mulai dari nasi uduk, nasi kuning, nasi goreng dan nasi tawar dan untuk lauk nya ada yang manis seperti semur telur kecap maupun yang pedes seperti telur balado ceplok dan tentunya masih banyak lagi.

·         Positoning

Positioning adalah proses dimana kita menentukan posisi kita di antara kompetitor pada industri/pasar yang sama. Positioning ini bertujuan untuk membedakan antara satu brand dengan brand lainnya.  Berikut merupakan positioning dalam usaha nasi uduk klaten, yaitu:

Positioning yang kami lakukan adalah dengan cara membuka usaha penjualan nasi uduk klaten secara offline dan online. Dari online membuka dari aplikasi WA dan GOFOOD yang mempermudah orang untuk pesan sarapan atau makan siang tanpa harus keluar rumah. Orderan nasi uduk klaten meningkat sangat pesat mulai dari sehari abis 10 hingga 15liter beras. cara online ini bisa mengembangkan suatu bisnis yang sangat menguntungkan. selain itu, pemasaran yang dilakukan agar tetap berkembang produknya adalah kebersihan dan keamanan produk.

 

3.2       Customer Personal

Usaha makanann nasi uduk klaten  adalah salah satu jenis usaha yang mempunyai cita rasa yang unik di karenakan nasi uduk yang berasal dari betawi yag di olah langsung orang jawa asli. Yang memiliki beraneka ragam nasi seperti nasi uduk, nasi kuning, nasi goreng, nasi gudeg dan nasi liwet solo beserta beraneka ragam jenis lauk pauk nya.

 

3.3       Early Adopter

Early adopters merupakan individu atau kelompok yang menggunakan inovasi, produk atau teknologi baru sebelum digunakan oleh populasi yang lebih luas. Pada penjualan nasi uduk klaten early adopter yang di hasilkan yaitu sebuah produk makanan dan inovasi karena sebelum nya di kabupaten tangerang khusus nya daerah rajeg pasar kemis dulu nya penjual nasi uduk itu tidak ada dan setelah nasi uduk klaten ini berkembang dan banyak peminat nya akhir nya banyak orang yang ingin berjualan nasi uduk juga.

 

 

 

BAB IV

CUSTOMER VALUE PROPOSITION

 

4.1  CUSTOMER VALUE PROPOSITION

Customer Value Proposition merupakan kelebihan yang dimiliki pada usaha minuman kopi arabika, agar di ingat oleh pelanggan dan merupakan faktor pembeda usaha Anda dibanding pesaing.

·         Usaha makanan nasi uduk klaten ini menyediakan beraneka ragam jenis nasi dan lak pauk tradisional yang tujuan nya untuk memberikan beragam pilihan untuk pelanggan.

·         Selain nasi dan lauk pauk, memberikan pilihan aneka ragam gorengan dan minuman teh tubruk khas jawa.

·         Semua bahan-bahan yang di olah, bekerja sama dengan pemasok yang menggunakan bahan-bahan yang terjamin kalitas nya.

 

 

 

BAB V

Lean Model Canvas

5.1 Lean Model Canvas

Lean Canvas adalah sebuah template yang digunakan oleh para pengusaha atau pebisnis untuk membantu mereka dalam memecahkan ide agar lebih mudah dibaca dan dipahami. Template tersebut akan membuat suatu ide yang rumit menjadi lebih fleksibel dan berfungsi untuk menemukan informasi kunci dengan mudah yang dibutuhkan dalam suatu perkembangan bisnis. Berikut merupakan lean model canvas pada usaha makanan nasi uduk klaten:

 

 

Title : Nasi Uduk Klaten

Created by : Hilma Wardatun Nisa

Date : Selasa, 03 Mei 2022

 

PROBLEM

 

1.      Buka toko terlalu siang, karna masakan atau lauk pauk yang di masak banyak. sehingga pelanggan menunggu buka toko terlalu lama.

 

2.      Setiap hari sabtu dan minggu, pelanggan yang beli banyak sekali. Hal itu membuat penjual ketetaran melayani pembeli. Terkadang salah menaruh lauk yang di beli pelanggan bahkan ada yang ketuker oleh pelanggan lain. Terkadang ada pelanggan yang menyerobot antrian pelanggan lain juga.

 

 

3.      Di hari weekday maupun weekend terkadang penghasilan nya tidak sesuai dengan banyak nya yang di sajikan. Karena  ada beberapa pelanggan yang makan di tempat  tidak bayar langsung pergi saja.

 

SOLUTION

 

1.      Pelanggan bisa datang lebih awal ke toko agar dapat segera di layani ketika membeli.

 

2.      Jika pembeli atau pelanggan sedang tidak ingin pergi ke toko langsung. Bisa juga lewat aplikasi yang sudah di siapkan seperti gofood, grabfood, shopee food.

UNIQUE VALUE PROPOSITION

 

1.      Nasi uduk klaten adalah sarapan yang dapat di nikmati oleh setiap kalangan pada waktu pagi hari yang di olah dengan bahan-bahan yang berkualitas.

 

2.      Meningkatkan daya saing produk makanan yang berasal dai betawi nasi uduk akan tetapi di olah oleh orang jawa asli yang menciptakan rasa special.

UNFAIR ADVANTAGE

 

1.      Nasi uduk adalaah masakan khas betawi akan tetapi di masak oleh orang jawab asli yang pasti nya memiliki cipta rasa yang berbeda dengan pedagan lainnya.

 

2.      Pemesan bisa di laakukan di rumah tidakk perlu ketoko dan pembeyarnya pun bisa langsung menggunakan aplikasi yang sudah di sediakan. Seperti gofood, shopee food, dan grabfood

COSTOMER SEGMENTS

 

Anak- anak , remaja, orang dewasa, dan

 orang tua, pencipta kuliner jawa yang

berada di kab tangerang yang ingin

menyantap nasi udauk klaten untuk

sarapan pagi.

 

 

EXITING ALTERNATIVES

 

1.      Bisa pesan lewat media sosial seperti WA maka pesenan yang sudah di pesan akan di siapkan dan ketika pelanggan dapat sudah tinggal mengambil nya dan membayar nya saja.

 

2.      Atau bisa juga dengan langsung datang ke toko untuk pemesanan nya.

KEY METRICS

 

Ada 2 langkah

 

Yang petama, langsung datang ketoko, antri lalu pesan makanan sesuai keinginan.

 

Yang kedua, pesan melalui aplikasi online tanpa harus menunggu antrian.

HIGH LEVEL CONCEPT

 

Mau sarapan enak dengan pilihan nasi dan lauk yang banyak, langsung saja datang ke toko atau bisa pesan lewat aplikasi sarapan mu akan dapat sesuai pesanan.

CHANNELS

 

1.      Media sosial (WA, FB, IG)

2.      Shopee Food

3.      Grab Food

4.      GoFood

EARLY ADOPTERS

 

1.      Para pelajar yang orang tua nya

belum sempat membuat sarapan pagi.

 

2.      Para orang remaja dan dewasa

 yang terlambat pergi kerja atau

 belum sempat membuat sarapan pagi.

 

3.      Orang tua yang mencari lauk untuk

makan siang.

 

 

 

BAB VII

ANALISIS PESAING

6.1 ANALISIS PESAING

Adanya persaingan dalam menjalankan suatu usaha pastinya tidak dapat dihindari. Pesaing sendiri merupakan perusahaan yang menghasilkan atau menjual barang dan jasa yang 11 sama atau mirip dengan produk yang ditawarkan. Banyaknya pesaing-pesaing yang menjalankan usaha yang sejenis menjadikan seorang pengusaha harus memiliki kreativitas dan inovasi yang baik dalam mendirikan suatu usaha. Hal ini bertujuan agar pendirian usaha yang baru dapat mendapatkan tempat dipasar kedepannya. Untuk mengatasi hal tersebut, maka analisis pesaing dibutuhkan sebelum dilakukannya pendirian suatu usaha. Menganalisis pesaing-pesaing yang ada akan membantu pengusaha dalam mengetahui kelemahan dan kelebihan pesaing. Selain mengetahui kelemahan dan kelebihan pesaing, dengan melakukan analisa ini juga akan dapat membandingkan jenis jasa yang ditawarkan, harga, saluran distribusi, fasilitas yang diberikan, pelayanan pesaing kepada konsumen, strategi dan promosi-promosi yang dilakukan oleh pesaing. Nantinya informasi-informasi ini akan dapat membantu seorang pengusaha dalam menyusun strategi kedepannya. Berikut ini merupakan tabel pada analisis pesaing usaha.

Pesaing

Keunggulan

Kelemahan

1.      Usaha makanan nasi uduk

2.      Usaha makanan kuliner jawa

1.      Memiliki beraneka ragam jenis nasi (nasi uduk, nasi kuning, nasi goreng, nasi gudeg, nasi liwet solo)

2.      Memiliki beraneka ragam lauk pauk

3.      Mudah untuk memesan lewat aplikasi dan sosial media

1.      Buka toko terlalu siang, karna masakan atau lauk pauk yang di masak banyak. sehingga pelanggan menunggu buka toko terlalu lama.

2.      Setiap hari sabtu dan minggu, pelanggan yang beli banyak sekali. Hal itu membuat penjual ketetaran melayani pembeli. Terkadang salah menaruh lauk yang di beli pelanggan bahkan ada yang ketuker oleh pelanggan lain. Terkadang ada pelanggan yang menyerobot antrian pelanggan lain juga.

 

 

BAB VIII

PERENCANAAN PEMASARAN

8.1                   Produk :

 Nasi Uduk Klaten menyediakan berbagai macam jenis nasi dan beraneka ragam lauk pauk khas jawa tengah.  Nasi uduk adalah khas betawi akan tetapi

 diolah oleh orang asli jawa tengah yaitu klaten, tentunya memiliki ciri khas nya tersendiri. 

8.2                    Segmentasi, Targeting dan Positoning

·         Segmentasi

Proses dimana kita membagi sebuah pasar menjadi segmen (kelompok) berdasarkan suatu variabel/karakteristik. Pengelompokan ini adalah dasar kita memilih semgen yang akan jadi prioritas kita. Segmentasi dalam usaha Nasi Uduk Klaten, yaitu: Produk penjualan nasi uduk klaten atau catering ini perlu memikirkan lokasi berjualan yang tepat. Lokasi tempat tinggal di perkotaan yang banyak di cari orang untuk sarapan pagi ataupun untuk makan siang. Seperti sekitar kantor kecamatan, sekolah, pinggir jalan raya serta tempat umum lainnya yang menjadi tempat lalu-lalang orang jalan.

 

·         Targeting

Dengan adanya segmen dari macam macam karakteristik + pertanyaan sebelumnya, kita bisa memilih segmen mana yang akan menjadi prioritas kita. Sekarang kita tentukan terlebih dahulu segmen dari masing masing karakteristik mana yang akan menjadi prioritas. Dari hasi analisis berdasarkan pertanyaan sebelumnya maka kita bisa menentukan seperti ini : Terget penjualan nasi uduk klaten atau catering ini adalah makan yang dapat diminati dan di nikmati  oleh semua kalangan mulai dari anak kecil, orang dewasa maupun orang tua. Karena makanan nasi atau lauk pauk yang di sediakan beraneka ragam mulai dari nasi uduk, nasi kuning, nasi goreng dan nasi tawar dan untuk lauk nya ada yang manis seperti semur telur kecap maupun yang pedes seperti telur balado ceplok dan tentunya masih banyak lagi.

 

·         Positoning

Positioning adalah proses dimana kita menentukan posisi kita di antara kompetitor pada industri/pasar yang sama. Positioning ini bertujuan untuk membedakan antara satu brand dengan brand lainnya.  Berikut merupakan positioning dalam usaha nasi uduk klaten, yaitu: Positioning yang kami lakukan adalah dengan cara membuka usaha penjualan nasi uduk klaten secara offline dan online. Dari online membuka dari aplikasi WA dan GOFOOD yang mempermudah orang untuk pesan sarapan atau makan siang tanpa harus keluar rumah. Orderan nasi uduk klaten meningkat sangat pesat mulai dari sehari abis 10 hingga 15liter beras. cara online ini bisa mengembangkan suatu bisnis yang sangat menguntungkan. selain itu, pemasaran yang dilakukan agar tetap berkembang produknya adalah kebersihan dan keamanan produk.

 

8.3                        Marketing Mix (4 P)

Nasi (uduk, kuning, goreng, tawar)

1 porsi nasi 6 ribu rupiah

Telor (balado, kecap, dadar, ceplok)

1 buah 4 ribu rupiah

Bacem dan semur (tahu dan tempe)

Satuan nya 2 ribu

Sambel kentang

Seporsi makan 2 ribu rupiah

Tempe orek (kering, teri, basah)

Seporsi makan 2 ribu rupiah

Krecek

Seporsi makan 2 ribu rupiah

Gudeg

Seporsi makan 2 ribu rupiah

Bergedel kentang

Satuan nya 3 ribu rupiah

Gorengan (tahu, tempe, bala-bala)

Satuan nya 2 ribu rupiah, beli 2 harga 3ribu rupiah, beli 4 harga 5 ribu rupiah

Kikil

Seporsi makan 2 ribu rupiah

jengkol

2 keping jengkol 2 ribu rupiah

Bihun

Jika beli pake nasi gratis, tapi bisa juga di bungkus  5 ribuan

Sambel

Gratis, tapi jika minta tambah buat makan gorengan tambah 2 ribu rupiah

Pepes ikan daun singkong

1 porsi 13 ribu rupiah

Ayam ( goreng, kecap, opor, sambel)

1 potong 10 ribu rupiah

Sayur ( sop, asem, lodeh)

1 plastik setengahan 5 ribu rupiah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Note : Pemesanan nasi dan lauk pauk bisa di sesuaikan oleh pembeli.

 

·         Promosi : media promosi yang di gunakan yaitu WhatsApp, Facebook, Instagram

 

·         Saluran Distribusi / Lokasi : saat ini nasi uduk klaten berjualan depan ruko yang cukup trategis karna banyak di lalui orang, mulai dari anak kecil hingga ke orang tua dri yang pelajar hingga orang kerja. Cara mendistriusikan nya yaitu selalu update menu yang beraneka ragam setiap harinya di akun media sosial. Dan ngetag abouttangerang kuliner di instagram agar orang-orang pada liat ada nasi uduk klaten di daerah kabupaten tangerang tepat nya depan SD sukatani II rajeg pasar kemis.

 

BAB IX

PERENCANAAN SDM

 

9.1 Nama jabatan/posisi yang akan ada dalam bisnis kalian.

          Dikarenakan ini adalah usaha keluarga jadi posisi saya di dalam bisnis ini adalah koki kerena ada beberapa masakan yang saya handle atau yang saya masak, terkadang juga saya membantu proses penjualan untuk melayani pembeli.

 

9.2 Perkiraan jumlah karyawan ( 1 sd 5 tahun ) berserta jabatan.

          Planning perkiraan jumlah karyawan untuk 1 sd 5 tahun kedepan yaitu 10-20 orang, untuk membuka cabang nasi uduk klaten. Karena misi dalam usaha ini adalah walaupun karyawan nya sedikit yang penting bisa bekerja sama dengan baik dan usaha berjalan dengan lancar.

 

9.3 Buat struktur organisasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Horizontal Scroll: Founder Nasi Uduk Katen         

 

Vertical Scroll: Karyawan Belanja bahan usaha / produksi 
1.
2.
3.
4.
5. 

Vertical Scroll: Karyawan mengolah  bahan makanan
1.
2.
3.
4.
5.
Vertical Scroll: Karyawan melayani pembeli 
1.
2.
3.
4.
5.
Vertical Scroll: Karyawan sistem pemasaran
1.
2.
3.
4.
5.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB X

PERENCANAAN PRODUKSI

 

10.1 Rencana Tempat Usaha

          Rencana tempat usaha yang kami inginkan yaitu mudah di jangkau, lokasi yang selalu di lewati orang banyak, akses parkir luas.

 

10.2 Jam Operasional

          Di karenakan ini adalah usaha di buat untuk mempermudah konsumen mencari sarapan pagi, jadi jam Operasional nya sebagai berikut:

Text Box: Buka : 06:00 WIB
Tutup : 10:00 – 11:00 WIB

         

 

 

 

10.3 Lay out Tempat Usaha

 Lay out tempat usaha saat ini yaitu :

Text Box: Ruko Puri mekar
Text Box: Tempat Berjualan saat ini
Text Box: Polsek Rejeg
Text Box: Kecamatan Rajeg Text Box: Puskesmas

 

 

 

 

 

 


 

Text Box: SDN SUKATANI II
Text Box: MaiSo
Text Box: Indomaret

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


10.4 Bahan Baku jika produk tersebut barang.

          Bahan baku untuk usaha nasi uduk klaten yaitu :

Bahan baku

Jumlah

Beras

1 karung besar

Minyak

5 liter

Gula putih

1 kg

Gula merah

1 kg

Terigu

2 kg

Sasa

2 bungkus besar

Kerupuk

1 bal

Bihun

1 bal

Mie kuning

1 bal

Kertas nasi

1 pack

Plastik 1/5

1

Plastik 1/4

1

Plastik sedeng dan besar

1

Karet

1

Kecap bango

1

Kecap guna

1

Kentang

3 kg

Telor

3 kg

Tempe

7 papan

Tahu goreng coklat

100 biji

Kelapa

3 buah

Nangka gudeg

7kg

Jengkol

2 kg

Kikil

1 kg

Kol

1 kg

Wortel

1 kg

Daun bawang

1 kg

Cabe kering

1 kg

Bawang goreng

1 kg

Bawang putih

1 kg

Bawang merah

1 kg

Jagung

4 biji

Daun salam & sereh

1/4

Bumbu giling (kunyit,jahe, kemiri)

3 bungkus

Lada bubuk

1 ons

Ketumbar

1/4

 

 

10.5 Proses Produksi/Jasa hingga ke Konsumen

          Proses nya yaitu sebagai berikut :

1.      Membeli bahan masakan

2.      Mengolah bahan masakan

3.      Menjual bahan masakan : Pembeli bisa langsung beli ke toko atau order via aplikasi

 

 

 

BAB XI

PERENCANAAN KEUANGAN

 

11.1 Startup cost

Modal awal usaha nasi uduk klaten yaitu sejumlah Rp. 8.396.000.

dapat dilihat dari rincian nya sebagai berikut :

No

Jenis Barang

Jumlah

Harga

Total

1

Gerobak

1

Rp. 3.000.000

Rp. 3.000.000

2

Termos nasi

4 termos

Rp. 150.000

Rp. 600.000

3

Panci

2 set

Rp. 250.000

Rp. 500.000

4

Penggorengan

1

Rp. 150.000

Rp. 150.000

5

Kompor (mawar & 2 tungku)

2

Rp. 1.500.000

Rp. 1.500.000

6

Blender Bumbu

1

Rp. 700.000

Rp. 700.000

7

Baskom

20 satuan

Rp. 15.000

Rp. 300.000

8

Pisau

1

Rp 15.000

Rp. 15.000

9

Talenan

1

Rp. 25.000

Rp. 25.000

10

Beras

1 karung besar

Rp. 500.000

Rp. 500.000

11

Minyak

5 liter

Rp. 20.000

Rp. 100.000

12

Gula putih

1 kg

Rp. 13.000

Rp. 13.000

13

Gula merah

1 kg

Rp. 14.000

Rp. 14.000

14

Terigu

2 kg

Rp. 8000

Rp. 16.000

15

Sasa

2 bungkus besar

Rp. 5000

Rp. 10.000

16

Kerupuk

1 bal

Rp. 70.000

Rp. 70.000

17

Bihun

1 bal

Rp 50.000

Rp. 50.000

18

Mie kuning

1 bal

Rp. 35.000

Rp. 35.000

19

Kertas nasi

1 pack

Rp. 30.000

Rp. 30.000

20

Plastik 1/5

1

Rp. 5000

Rp. 5000

21

Plastik 1/4

1

Rp. 6000

Rp. 6000

22

Plastik sedeng dan besar

1

Rp. 25.000

Rp. 25.000

23

Karet

1

Rp. 7000

Rp. 7000

24

Kecap bango

1

Rp. 22.000

Rp. 22.000

25

Kecap guna

1

Rp. 13.000

Rp. 13.000

26

Kentang

3 kg

Rp. 12.000

Rp. 12.000

27

Telor

3 kg

Rp. 30.000

Rp. 90.000

28

Tempe

7 papan

Rp. 7000

Rp. 49.000

29

Tahu goreng coklat

100 biji

Rp. 40.000

Rp. 40.000

30

Kelapa

3 buah

Rp. 8000

Rp. 24.000

31

Nangka gudeg

7kg

Rp. 6000

Rp. 42.000

32

Jengkol

2 kg

Rp. 28.000

Rp. 56.000

33

Kikil

1 kg

Rp. 20.000

Rp. 20.000

34

Kol

1 kg

Rp. 15.000

Rp. 15.000

35

Wortel

1 kg

Rp. 12.000

Rp. 12.000

36

Daun bawang

1 kg

Rp. 10.000

Rp. 10.000

37

Cabe kering

1 kg

Rp. 50.000

Rp. 50.000

38

Bawang goreng

1 kg

Rp. 80.000

Rp. 80.000

39

Bawang putih

1 kg

Rp. 24.000

Rp. 24.000

40

Bawang merah

1 kg

Rp. 50.000

Rp. 50.000

41

Jagung

4 biji

Rp. 2.500

Rp. 10.000

42

Daun salam & sereh

1/4

Rp. 5000

Rp. 5000

43

Bumbu giling (kunyit,jahe, kemiri)

3 bungkus

RP. 3000

Rp. 9000

44

Lada bubuk

1 ons

Rp. 12.000

Rp. 12.000

45

Ketumbar

1/4

Rp. 80.000

Rp. 80.000

Total

Rp. 8.396.000

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

11.2 Biaya tetap ( fix cost ) yang ada dalam usaha nasi uduk klaten yaitu berjumlah Rp. 6.790.000.

dapat dilihat dari rincian nya sebagai berikut :

 

No

Jenis Barang

Jumlah

Harga

Total

1

Gerobak

1

Rp. 3.000.000

Rp. 3.000.000

2

Termos nasi

4 termos

Rp. 150.000

Rp. 600.000

3

Panci

2 set

Rp. 250.000

Rp. 500.000

4

Penggorengan

1

Rp. 150.000

Rp. 150.000

5

Kompor (mawar & 2 tungku)

2

Rp. 1.500.000

Rp. 1.500.000

6

Blender Bumbu

1

Rp. 700.000

Rp. 700.000

7

Baskom

20 satuan

Rp. 15.000

Rp. 300.000

8

Pisau

1

Rp 15.000

Rp. 15.000

9

Talenan

1

Rp. 25.000

Rp. 25.000

Total

Rp. 6.790.000

 

11.3. Biaya variabel ( variabel cost ) yang ada dalam usaha nasi uduk klaten yaitu berjumlah Rp. 1.606.000.

dapat dilihat dari rincian nya sebagai berikut :

 

No

Jenis barang

Jumlah

Harga

Total

1

Beras

1 karung besar

Rp. 500.000

Rp. 500.000

2

Minyak

5 liter

Rp. 20.000

Rp. 100.000

3

Gula putih

1 kg

Rp. 13.000

Rp. 13.000

4

Gula merah

1 kg

Rp. 14.000

Rp. 14.000

5

Terigu

2 kg

Rp. 8000

Rp. 16.000

6

Sasa

2 bungkus besar

Rp. 5000

Rp. 10.000

7

Kerupuk

1 bal

Rp. 70.000

Rp. 70.000

8

Bihun

1 bal

Rp 50.000

Rp. 50.000

9

Mie kuning

1 bal

Rp. 35.000

Rp. 35.000

10

Kertas nasi

1 pack

Rp. 30.000

Rp. 30.000

11

Plastik 1/5

1

Rp. 5000

Rp. 5000

12

Plastik 1/4

1

Rp. 6000

Rp. 6000

13

Plastik sedeng dan besar

1

Rp. 25.000

Rp. 25.000

14

Karet

1

Rp. 7000

Rp. 7000

15

Kecap bango

1

Rp. 22.000

Rp. 22.000

16

Kecap guna

1

Rp. 13.000

Rp. 13.000

17

Kentang

3 kg

Rp. 12.000

Rp. 12.000

18

Telor

3 kg

Rp. 30.000

Rp. 90.000

19

Tempe

7 papan

Rp. 7000

Rp. 49.000

20

Tahu goreng coklat

100 biji

Rp. 40.000

Rp. 40.000

21

Kelapa

3 buah

Rp. 8000

Rp. 24.000

22

Nangka gudeg

7kg

Rp. 6000

Rp. 42.000

23

Jengkol

2 kg

Rp. 28.000

Rp. 56.000

24

Kikil

1 kg

Rp. 20.000

Rp. 20.000

25

Kol

1 kg

Rp. 15.000

Rp. 15.000

26

Wortel

1 kg

Rp. 12.000

Rp. 12.000

27

Daun bawang

1 kg

Rp. 10.000

Rp. 10.000

28

Cabe kering

1 kg

Rp. 50.000

Rp. 50.000

29

Bawang goreng

1 kg

Rp. 80.000

Rp. 80.000

30

Bawang putih

1 kg

Rp. 24.000

Rp. 24.000

31

Bawang merah

1 kg

Rp. 50.000

Rp. 50.000

32

Jagung

4 biji

Rp. 2.500

Rp. 10.000

33

Daun salam & sereh

1/4

Rp. 5000

Rp. 5000

34

Bumbu giling (kunyit,jahe, kemiri)

3 bungkus

RP. 3000

Rp. 9000

35

Lada bubuk

1 ons

Rp. 12.000

Rp. 12.000

36

Ketumbar

1/4

Rp. 80.000

Rp. 80.000

Total

Rp. 1.606.000

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PROTOTYPE

 

 

 

 

 

 

PITCH DECK

 

Link YouTube presentasi Pitch Deck https://youtu.be/cn89B_aBEKY

 

Komentar